Rangkaian Elektronika dan Mikrokontroller Dasar

Aturan Pembagi Tegangan (Voltage Divider Rule)

Ketika output dari sebuah rangkaian tidak berbeban, aturan pembagi tegangan dabat digunakan untuk memperhitungkan tegangan output dari rangkaian tersebut. Dengan asumsi arus yang mengalir pada rangkaian adalah sama.






Persamaan berikut ditulis menggunakan hukum Ohm sebagaimana V=I(R1+R2).
2.6
Dan persamaan dibawah ini ditulis sebagaimana hukum ohm pada resistor output
2.7
dari kedua persamaan diatas, dimanipulasi menggunakan aljabar sehingga menghasilkan persamaan baru yaitu:
2.8
Cara sederhana untuk mengingat aturan pembagi tegangan (voltage divider rule) adalah bahwa pada resistor output dibagi dengan jumlah total resistansi rangkaian. Kemudian fraksi ini dikalikan dengan tegangan input untuk mendapatkan tegangan output.
Perlu diingat bahwa pembagi tegangan selalu mengansumsikan bahwa resistor output adalah tidak berbeban.
Persamaan diatas tidak dibenarkan ketika resistor output diberi beban dengan komponen yang dipasang secara paralel. Untungnya, kebanyakan pembagi tegangan digunakan untuk input pada rangkaian, dan input rangkaian tersebut biasanya memilki resistansi yang tinggi.
Ketika beban ‘tetap’ diparalel dengan resistor output, nilai persamaan paralel terdiri dari resistor output dan resistor beban dapat digunakan dalam hitungan pembagi tegangan dengan tanpa error. Kebanyakan kita menghiraukan resistor beban jika lebih besar daripada nilai resistor output, tetapi perhitungan ini dapat menyebabkan error sampai sebesar 10%.

Halaman Berikutnya
« Prev Post
Halaman Sebelumnya
Next Post »

Poskan Komentar